Tahun 2021, gangguan yang dialami kota Campepas menurun di Polres Sulawesi Tenggara


KENDARI, BERITASULTRAID Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantipas) menurun di Kepolisian Daerah (Bolda) Sulawesi Tenggara (Seltra) mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2021.

Adapun jumlah tindak pidana pada tahun 2020 sebanyak 4.611, sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 3.662 kasus. Jumlah kasus yang selesai pada 2021 mencapai 2.571 atau 70,20 persen.

Kapolda Sultra Irjen Pol Tejoh Prestiwanto mengatakan penurunan gangguan di Kamtempas Polda Sultra periode 1 Januari hingga 31 Desember 2021 sebesar 20,58 persen.

Tegu menjelaskan, tindak pidana tradisional juga mengalami penurunan, pada tahun 2021 terdapat 3.063 kasus, atau turun 811 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk penyelesaian kasus kejahatan tradisional, hingga 2.154 kasus atau 70,29 persen diselesaikan.

“Begitu juga dengan transnational crime yang mengalami penurunan. Pada 2021 akan ada 361 kasus, jumlah ini berkurang 107 dengan penyelesaian 268 kasus,” kata Tejoh Prestiwanto dalam keterangan akhir tahun di Aula Dajara Polda Sulawesi Tenggara, Jumat ( 31/12/2021). ).

Tejoh mengatakan kejahatan dengan konsekuensi darurat juga menurun. Pada 2021 ada 49 kasus, turun 7 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 9 selesai.

Disimpulkan, “Kejahatan terhadap aset negara akan meningkat pada tahun 2021, dan Polda Sulawesi Tenggara telah memproses dan memberi peringkat 36 kasus, dan jumlah ini meningkat 7, dengan 21 kasus selesai.”

Wartawan: Diden Saputra
Editor: Raymond



Diskusi Persiapan Tahun Baru, Rapat Koordinasi Terbatas Forkopimda, Bupati Antisipasi Konflik


Tombol, pyritasultrade – Menjelang Tahun Baru 2022, Pemerintah Daerah (BEMDA) Bouton menggelar rapat koordinasi terbatas dengan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forcompenda) di ruang rapat VIP kantor Bupati Bouton, Senin (27/12/ 2021).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Bouton La Bakri, serta dihadiri juga oleh Wakil Bupati Ace Eliante, Ketua DPRD Hariasi Salad, Kapolres AKBP Gunarko, Kajari Ledrik VM Takaendengan,

Selain itu, Kapten Danramil Pasarwajo Isnadi Edi Darmawan mewakili Dandim 1413 Buton, Ketua Kesbangpol, Mehmet Zami, Kasatpol PP Juriadin dan Kepala Dinas Perhubungan Nasbah.

Selain membahas persiapan keamanan menjelang Tahun Baru 2022, anggota Forkopimda juga membahas isu-isu penting di daerah, antara lain mengantisipasi konflik di masyarakat seperti perselisihan pemilihan kepala desa, rencana kunjungan Kapolres, dan isu-isu strategis lainnya.

“Mendekati tahun baru, penting untuk mengambil langkah proaktif untuk mencegah konflik dan munculnya klaster baru dari penyebaran COVID-19,” kata Bouton, Bupati La Bakrie.

Masih di tengah pandemi Covid-19, La Bakry berpesan agar perayaan malam tahun baru 2021 hingga 2022 tetap dilaksanakan sesederhana tahun sebelumnya.

“Karena ini masih suasana epidemi. Kita harapkan masyarakat tidak membuat kerumunan. Komunitas juga terbatas, tidak ada kerumunan yang bisa berdampak pada pertemuan baru,” kata Presiden Sulawesi Tenggara Bakira.

Meski diperbolehkan bepergian, wali mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan bersih, menjaga jarak, dan menghindari keramaian. Menurutnya, hal ini untuk mencegah munculnya kelompok-kelompok baru dari penyebaran Covid-19.

Ia menyampaikan harapannya “Saya berharap wilayah kita selalu aman dan kondusif dan saya berharap Covid-19 versi baru tidak masuk ke wilayah kita.”

Dengan kerjasama semua pihak, kata La Bakri, pencapaian vaksinasi COVID-19 di Bouton terus meningkat. Kami berharap Covid-19 versi baru tidak akan masuk ke wilayah ini. Yang terpenting masyarakat diharapkan terus sukses dalam kegiatan vaksinasi.

“Target kami tingkat vaksinasi Covid-19 pada 31 Desember 2021 mencapai 70 persen,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolres Botton AKBP Gunarko mengungkapkan, perayaan tahun baru di Botton diperkirakan tidak akan ramai. Namun, kata dia, hal itu harus diantisipasi.

“Penggunaan petasan diperbolehkan, namun tetap diawasi agar tidak berlebihan,” ujarnya.

Menurutnya, konflik yang diharapkan selain perayaan tahun baru adalah pengaruh Pilkades yang menimbulkan gugatan.

“Untuk vaksinasi, saya berharap angka vaksinasi bisa maksimal. Setidaknya kita sudah melakukan kerjasama dengan semua pihak, dan pada hari Kamis Kapolres akan hadir di Kabupaten Bouton dan yang terpenting akan meninjau pelaksanaan misa massal. vaksinasi.”

Sementara itu, Danamel Basarwaju, Kapten Infanteri Esnady Eddy Darmawan, mengatakan peran Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas dalam bekerja sama dengan kepala desa dan camat diharapkan cepat mengantisipasi dan mengurangi konflik di masyarakat.

“Di Bouton kita punya tiga koramille, yaitu Pasarwago Coramel, La Salimo dan Kapuntouri. Alhamdulillah situasi masih aman dan terkendali.”

Danamel Basarwajo terus berlanjut, dan kerjasama dengan Polri selalu ada. Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas bersama-sama dengan camat atau kepala desa memainkan peran yang sangat penting di bidang ini sebagai mata dan telinga dalam mengantisipasi dan meminimalkan konflik yang mungkin terjadi.

“Diharapkan masalah sekecil apa pun dapat ditekan dan tidak menjadi konflik besar di masa depan,” katanya.

Terkait tahun baru, Dunrammel mengatakan akan melakukan patroli bersama dengan Polri, Bull BB dan Deschop pada malam hari.

“Untuk vaksin, kami maksimalkan dengan melakukan kegiatan vaksinasi. Fokus vaksinasi sesuai regulasi harus tetap konstan,” pungkasnya.

Reporter: Ali
Editor: Raymond