Gubernur Sultra Terima Presiden KUA se-Sulawesi Tenggara


KENDARI, BERITASULTRAID – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menggelar rapat gabungan dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Sulawesi Tenggara di Aula Kantor Gubernur Bahtiramas, Kamis (5/1/2022).

Dalam kegiatan ini, Ali Mazi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Nur Endang Abbas, didampingi tokoh agama dan masyarakat serta beberapa pimpinan senior kunci di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pembrov) Sulawesi Tenggara.

Ali Mazi mengatakan, Sulawesi Tenggara adalah masa depan Indonesia karena memiliki potensi yang sangat besar dalam hal pertambangan, aspal, pertanian, emas, dll.

“Kasus Sulawesi Tenggara selama pandemi Covid-19, kondisi ekonomi membaik, yang sebelumnya menyusut atau mengalami kemunduran yang seharusnya lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kemudian menjadi negatif 0,65 dan hari ini pada triwulan I tumbuh sebesar 4,29 persen mengalahkan Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia menambahkan, hasil yang telah dicapai merupakan kerja keras semua pihak dan doa seluruh masyarakat Sultra tanpa terkecuali.

Di bidang kesehatan, pencapaian vaksinasi merupakan salah satu upaya negara untuk melindungi masyarakat dari Covid-19, dan mewujudkan masyarakat yang meningkat melalui vaksinasi, yang hari ini berkat kerja keras dan koordinasi semua pemangku kepentingan yang ada.” .

Diakuinya, pencapaian vaksinasi di Sultra sejauh ini mencapai 73 persen.

Namun, politisi Nasdem ini juga menekankan kepada seluruh pimpinan KUA di Sultra bagaimana KUA mengedukasi masyarakat untuk memahami bahwa itu adalah pilar dalam mencapai kerukunan umat beragama.

“Karena KUA tentunya bukan hanya sekedar fungsi pelayanan akad nikah, tetapi salah satunya sangat strategis untuk memajukan atau memberikan pelayanan kerukunan umat beragama. Tentunya di masa pandemi ini tentunya diharapkan dapat terus membantu pemerintah kabupaten menjadi pilar aplikasi vaksinasi.”

Reporter: Tink
Editor: Urdu



PTM di Sulawesi Tenggara masih mengacu pada SK empat menteri


KENDARI, BERITASULTRAID Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Seltra) tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri tentang pedoman pembelajaran selama pandemi COVID-19.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sekolah Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DECPD) Sulawesi Tenggara, La Samaho saat diterima awak media, Rabu (5/1/2022).

“Meskipun sekarang berada pada posisi Level 1 atau Level 2, tidak ada generalisasi pembelajaran tatap muka di sekolah secara keseluruhan,” ujarnya.

Untuk tahun ajaran baru 2022, sambung DECPD Sultra akan menyelenggarakan pelaksanaan pembelajaran dengan mengurangi jam sekolah menjadi enam jam setiap hari.

“Enam jam pelajaran sehari maksimal, pembelajaran masih terbatas, belum full learning,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada para guru yang memiliki keterbatasan pengajaran tatap muka di sekolah, tetap wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Ia menyimpulkan, “Khusus siswa yang divaksin juga harus menerapkan protokol kesehatan, apalagi guru mengharapkan kantin sekolah memperhatikan agar siswa tidak berkerumun dan menjauh.”

Reporter: Yudha
Editor: Urdu